Defensive Riding (Rem Depan-Belakang=Pengereman Efektif)

Pengalaman ppribadi gue.. aku tu udah ganti kanpas belakang dua kali dan depan baru satu kali. Itu kenapa?? Karena kita sering menggunakan rem belakang dari pada rem depan. Padahal rem depan itu bukan pajangan kenapa kita tidak menggunakannya.
Sambungan dari tulisan saya sebelumnya, penegreman sebenarnya lebih efektif biladilakukna bersamaan antara rem depan dan rem belakang.

Berdasarkan survey saat motor melaju dengan kecepatan 40Km/jam jika pengereman dilakukan hanya dengan menggunakan rem belakang maka akan berhenti setelah 8 meter, tapi jika pengereman bareng antara rem depan dan belakang maka motor akan berhent I setelah 4 meter. Itu logis sekali kawan, saat kita mengerem hanya dengan rem belakang maka hambatannya hanya kecil jauh lebih besar saat kita mengerem dengan rem belakang dan depan berbarengan.
Berdasarkan teori defensive riding, saat terjadi pengereman bobot bergeser kedepan 70% dan sisanya roda belajakang.Ya jelas lah sebagai mahasiswa Fisika Unnes saya juga ngerti kenapa bebean bergeser ke depan menurut hokum newton 1 yaitu hokum kelembaban atau inersia yang menyatakan bahwa benda akan cenderung diam atau bergerak beraturan, atu secara mudahnya benda akan berusaha untuk mempertahankan posisinya. Nah itulah mengapa beban saat pengereman bertumpu kedepan.
Nah itulah jawabannya mengapa motor kamu tu standartnya/ bawaan pabriknya tu rem cakramnya didepan. Kalau rem belakang juga ada cakramnya mesti diameter cakramnya lebih besar yang di depan. Jadi gunakan rem depan dan imbangi denan rem belakang agar dapat pengereman yang efektif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s